Mengetahui Seputar Gulma di Tanaman Budidaya

Mengetahui Seputar Gulma di Tanaman Budidaya

Bercocok tanam di lahan atau sawah yaitu hal yang mampu dikatakan gampang-gampang susah. Supaya bisa memperoleh tanaman yang pertambahan dan produksinya baik maka perlu bisnis dalam pemeliharaan dengan intensif seperti halnya pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit mau pun gulma. https://www.suksesbersamapetani.com/ ingin bercocok tanam maka perlu mengenal gulma umum yang acap dijumpai. Pada dasarnya, kurma merupakan tumbuhan sadis yang tumbuh pada area tanaman pada lahan pertanian sehingga bisa merugikan.

Kenapa bisa merugikan? Sebab tentu akan terdapat persaingan antara tanaman yang dibudidayakan dgn gulma sehingga mampu menyebabkan pertumbuhan tumbuhan menjadi terhambat dan waktu produksi meski menjadi lebih lama. Selain itu pun bisa menyebabkan peringkat dan kualitas hasil produksi dari tumbuhan semakin menurun, dan bisa memicu memilikinya hama dan masalah kesehatan.

Memang ada banyak hal yang kudu di ketahui tersekat dengan gulma secara umum bagi orang2 yang melakukan peladangan tanaman. Salah satu yang harus diketahui yakni terkait dengan jenis-jenis gulma. Jika ditinjau dari morfologinya, ada kira-kira jenis gulma dengan umumnya dijumpai. Senyampang gulma berdaun sempit yakni gulma nun memiliki daun seperti tali tap bentuk batang beruas, dan tumbuh menjalar atau tegak dan memiliki helai satwa pelepah. Selanjutnya merupakan gulma teki-tekian dengan ciri-ciri mempunyai baur bentuk segitiga sama dengan Cyperus aromaticus. Kecuali itu ada gulma berdaun lebar, dengan bentuk daunnya lebar, tanamannya tumbuh menjalar dan tegak. Belakang adalah gulma pakis-pakisan yang berkembang kembang dengan spora misalnya Dicranopteris linearis. Berarti untuk mengenal gulma umum terkait beserta jenis-jenisnya.

Selain ditinjau dari morfologinya, jenis gulma juga bisa dilihat berdasarkan siklus hidupnya, yang terbagi jadi gulma semusim, 2 musim dan tahunan. Selain itu, kurma juga dapat dibedakan lagi berdasarkan secara habitat tumbuhnya yaitu gulma air satwa gulma daratan.

Terkait dengan pengendalian gulma, bisa dengan modus operandi secara fisik, hayati dan kimiawi. Akan tetapi demikian, secara kimiawi cukup banyak dipergunakan karena lebih praktis dan tidak memerlukan banyak waktu & pekerja. Untuk penguasaan secara fisik adalah dengan mengolah zona dan membersihkannya atas bibit-bibit dan nilai gulma. Sementara guna pengendalian hayati yaitu menggunakan musuh natural gulma misalnya kutu loncat eksotik guna mengendalikan Mimosa diplotricha.

Bagaimanapun juga, gulma berikut bisa membahayakan tumbuhan budidaya karena siap memberikan dampak buruk terhadap tanaman mereka. Nutrisi yang sewajarnya diserap oleh tanaman justru diserap sama gulma sehingga yang tumbuh subur kali bukan tanaman budidaya, tetapi gulma. Peri gulma merupakan seksi yang cukup acap dijumpai dan dihadapi oleh orang-orang dengan bercocok tanam. Namun hal ini bukan berarti gulma bukan sesuatu yang piawai dibiarkan, karena demi upaya untuk mengatasinya sehingga tanaman pengembangan bisa tumbuh subur. Jika mengenal gulma umum maka setidaknya bisa merawat tumbuhan budidaya dengan

Iscriviti alla newsletter

Copyright © 2013 Pubblicenter.it. All rights reserved S.I.C.I. S.r.l. - P.Iva: 01484460611

Scroll to top