DFSK Glory, Siap Mengiringi Perkembangan Dunia Otomotif Di Indonesia

DFSK Glory, Siap Mengiringi Perkembangan Dunia Otomotif Di Indonesia

JAKARTA, : Sektor otomotif dalam negeri tahun ini menunjukkan kinerja yang loyo. Indonesia juga sudah menjadi bagian dari pergerakan ini dengan rencana pemerintah mengembangkan teknologi bahan bakar minyak ramah lingkungan (green fuel), bahan bakar yang berasal dari sumber daya alam nabati, yakni sawit, dari sisi bahan baku penggunaan bio fuel tersebut sangat memungkinkan karena beberapa daerah di tanah air merupakan penghasil sawit terbesar di dunia.
Dalam upaya mendukung kegiatan ekspor tersebut, Semen Indonesia terus menggenjot penjualan ekspor melalui pabriknya di Indonesia. Seperti di sektor kimia, industri semen juga kita genjot untuk ekspor, karena kapasitas saat ini sebesar 100 juta ton per tahun, sementara kebutuhan domestik 70 juta ton per tahun. Kedua, ekspansi industri otomotif nasional ke pasar global belakangan ini dihadapkan pada isu lingkungan dan energi.
sgb , lanjut Airlangga secara lebih luas, aktivitas industri senantiasa konsisten memberikan efek berantai yang luas bagi perekonomian baik di daerah maupun nasional. Beberapa perusahaan Taiwan yang ikut serta dalam acara Taiwan Machine Tools Shaping The World 2016 mengaku jika pasar otomotif Indonesia tengah bergairah sehingga mereka melihat potensi yang ada.perkembangan industri otomotif di indonesia 2018
Crusher, Crusher Harga, Crusher Penjualan di Indonesia. Kemudian, disusul industri pengolahan tembakau yang tumbuh hingga 16,10 persen, kemudian industri furnitur tumbuh 12,89 persen serta industri kimia, farmasi dan obat tradisional yang tumbuh 11,53 persen. Indonesia secara geografis dapat juga menjangkau negara lain di dunia ini dengan mudah (strategis), ini menjadi perhitungan.
solid gold berjangka ini tidak memberikan menciptakan kontribusi bagi industri otomotif nasional karena tidak membangun industri komponennya di Indonesia,” kata Menteri Perindustrian di Jakarta, Selasa 26 Januari 2016. Produsen otomotif nasional telah mampu menerapkan sistem Industry 4.0 dalam proses produksinya guna menguatkan daya saing. Berdasarkan Making Indonesia 4.0, industri otomotif merupakan satu dari lima sektor prioritas yang siap memasuki revolusi industri keempat.
Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Menteri Perindustrian R.I., Saleh Husin dan didampingi oleh Inspektur Jenderal Kemenperin, Sorjono berlangsung pada hari Kamis, 21 Juli 2016 ini bertujuan untuk mendapatkan masukan dari pihak APM dalam rangkan peningkatan investasi pengembangan dan pencapaian tujuan roadmap industri otomotif Indonesia. Harapan Indonesia setelah masuknya investasi sejumlah agen pemegang merek tidak hanya akan menaikkan kapasitas produksi tetapi juga akan dapat membangun pabrik baru, yang tentunya bakal lebih menggairahkan industri otomotif Indonesia.
Sebab, industri manufaktur se

Iscriviti alla newsletter

Copyright © 2013 Pubblicenter.it. All rights reserved S.I.C.I. S.r.l. - P.Iva: 01484460611

Scroll to top